Identitas belajar disimpan otomatis di perangkat ini.
Isi identitas sebelum memulai agar jawaban, progres, dan hasil diagnostik dapat ditautkan ke peserta didik. Jawaban, progres, kelompok, canvas, refleksi, exit ticket, dan bukti asesmen disinkronkan ke database cPanel secara otomatis saat koneksi tersedia.
Technopreneur & Startup Digital
Pahami masalah pengguna, baca data bisnis, rancang solusi berbasis teknologi TJKT, tentukan MVP, lalu validasi sebelum mengembangkan startup.
🧭 Kompas Belajar Saya
Apa yang harus saya kuasai hari ini?🗺️ Cara menggunakan MPI hari ini
MPI ini bukan kumpulan soal yang dikerjakan sendiri dari awal sampai akhir. Alurnya adalah Individu mengamati → Kelompok menyelidiki → Kelompok membuat keputusan → Individu merefleksi. Ikuti tombol Lanjut → agar setiap tahap menghasilkan produk untuk tahap berikutnya.
Mata Pelajaran
Dasar-Dasar Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi
Elemen
Wawasan Dunia Kerja dan Perkembangan Teknologi di Bidang TJKT
Alokasi
3 JP / 135 Menit
Model
Problem Based Learning + Pembelajaran Mendalam
🎓 Capaian Pembelajaran
Menganalisis peran kewirausahaan berbasis teknologi (technopreneurship) dalam era digital.
🎯 Tujuan Pembelajaran
- TP 1. Menjelaskan konsep dasar technopreneur dan karakteristiknya.
- TP 2. Menganalisis peran startup digital serta inovasi teknologi dalam bisnis TJKT.
🗺️ Peta Alur Petualangan Belajar
🔗 Integrasi Modul ↔ LKPD ↔ Asesmen
Observasi video + fakta/dugaan/kebutuhan
Kelompok + peran + rencana kerja
Literasi kasus Netlink Mandiri + konversi pengguna + numerasi + MVP
Kanvas + peer feedback + mini-pitch
Refleksi + self/peer check + revisi
Exit Ticket individual
Pendahuluan
Masalah
Tim
Penyelidikan
Karya
Refleksi
Exit Ticket
🚀 Siap menguji cara berpikirmu?
Kuis ini bukan nilai akhir. Tujuannya memetakan kesiapan awal sebelum penyelidikan.
Koridor Masalah
Startup yang kuat tidak dimulai dari teknologi paling canggih. Startup dimulai dari masalah pengguna yang nyata. Amati kasus Netlink Mandiri, lalu pisahkan fakta, asumsi, masalah bisnis, dan data yang masih perlu divalidasi.
🎯 Instruksi PBL 1 — Orientasi Masalah
- Amati video secara pribadi. Setiap siswa mencatat satu hal yang benar-benar terlihat dan satu hal yang menurutnya masih perlu dibuktikan.
- Jawab pertanyaan pemantik secara pribadi. Siswa memikirkan: jasa apa yang ditawarkan, siapa pengguna, masalah apa yang terlihat, dan data apa yang masih dibutuhkan.
- Diskusi klasikal dipandu guru. Guru meminta beberapa siswa menyampaikan hasil pengamatan. Guru menuliskan/menginput contoh jawaban pada MPI sebagai hasil sintesis kelas.
- Belum ada kerja kelompok. Kelompok baru dibentuk pada Layar 3 — Tim & Kolaborasi (PBL 2). Setelah kelompok terbentuk, hasil pengamatan PBL 1 digunakan sebagai titik awal penyelidikan.
🎬 Stimulus Video — Mengubah Masalah Menjadi Peluang Inovasi
Tonton video berikut secara individu. Perhatikan bagaimana masalah dapat dikenali sebagai peluang inovasi. Setelah menonton, isi catatan observasi dan rumusan masalah di bawah ini sebelum berdiskusi dengan kelas.
Jika video tidak tampil karena pembatasan pemutaran dari YouTube, buka video langsung di YouTube ↗. Jawaban observasi tetap diisi pada MPI.
👀 Think — Notice — Wonder
👤 Individu • catatan observasi sebelum diskusi kelasApa yang saya lihat?
Apa yang saya pikirkan?
Apa yang ingin saya ketahui?
📝 Catatan Observasi PBL 1
Wajib: minimal 2 kebutuhan, 1 layanan, 1 teknologi/perangkat, 1 indikasi bisnis🎯 Rumusan Masalah PBL 1
Rumuskan masalah sebelum kelompok dibentuk. Gunakan pola: gagasan inovasi berbasis TJKT apa yang paling realistis dikembangkan di lingkungan sekitar, siapa pasarnya, kebutuhan apa yang dilayani, dan apakah secara sederhana dapat menghasilkan keuntungan?
🧠 Papan Identifikasi Masalah
👤 HASIL SINTESIS KELAS. Guru memandu siswa membedakan fakta, dugaan, dan kebutuhan pasar. Papan ini belum menjadi produk kelompok.
🟦 Fakta yang Terlihat
🟨 Dugaan / Asumsi
🟩 Kebutuhan Pasar Nyata
🟪 Perlu Validasi
Dashboard Manajemen Kolaborasi
Di layar ini kelompok tidak mencari jawaban baru. Kelompok membagi tugas agar penyelidikan pada Layar 4 berjalan terarah dan menghasilkan satu keputusan usaha bersama.
🚦 Tugas kelompok pada layar ini
- Beri nama kelompok dan isi nama anggota.
- Pilih 1 orang untuk setiap peran. Satu anggota tidak memegang dua peran jika anggota berjumlah 5.
- Baca tugas peran masing-masing. Peran bukan sekadar jabatan: hasil kerja peran akan dipakai pada Layar 4.
- Buat kesepakatan cepat: peluang apa yang akan diselidiki? Jika belum yakin, pilih berdasarkan masalah pada Layar 2.
👥 5 Peran Kerja Kelompok
Pilih anggota sesuai tugas🧩 Peta Konsep 60 Detik — Kesepakatan Awal
📄 LKPD Digital Kelompok
MPI ini menyimpan pekerjaan kelompok secara lokal. Gunakan tombol di bawah untuk mencetak/menyimpan hasil jika diperlukan.
Ruang Penyelidikan
Jantung pembelajaran mendalam: baca kasus, tandai bukti, eksplorasi peluang, hitung simulasi, lalu ubah angka menjadi keputusan.
🔬 Alur PBL 3 — Siapa mengerjakan apa?
- Literasi (±15 menit): semua anggota membaca. Masing-masing mencari bukti sesuai peran; pencatat merangkum.
- HOTS (±10 menit): diskusikan 7 pertanyaan di bawah. Jawaban yang dimasukkan ke MPI adalah jawaban kelompok.
- Eksplorasi (±5 menit): kelompok membuka kartu peluang dan memilih peluang yang paling realistis.
- Numerasi (±10 menit): analis biaya memasukkan angka; anggota lain menafsirkan hasil. Kelompok menulis keputusan, bukan hanya angka.
- Transfer (±5 menit): kelompok menghubungkan kasus dengan kondisi Tabulahan.
🧭 Apakah saya sudah menemukan peluang usaha?
Checkpoint ini bukan nilai. Tujuannya mendeteksi apakah siswa membutuhkan scaffolding sebelum merancang startup. Jawab berdasarkan kemampuanmu saat ini: apakah kamu sudah dapat menyebutkan target pengguna + masalah + bukti + solusi/MVP?
📖 Zona Literasi — Strategi Membaca Bersama
Kisah Netlink Mandiri: Ketika Solusi Jaringan Keren Terjebak Masalah Kas dan Pelanggan
Netlink Mandiri adalah startup kecil yang dibangun oleh empat lulusan TJKT. Tim ini memiliki kompetensi instalasi jaringan, konfigurasi router dan access point, troubleshooting, pengelolaan jaringan lokal, dasar keamanan jaringan, serta monitoring perangkat. Mereka melihat rumah, toko, dan sekolah membutuhkan koneksi stabil tetapi tidak selalu memiliki teknisi yang dapat dipanggil dengan cepat.
Tim menawarkan paket internet dan layanan jaringan seharga Rp150.000 per pelanggan per bulan. Mereka memperkirakan 120 calon pengguna. Setelah pendekatan awal, 80 orang menyatakan tertarik, 60 bersedia mencoba, tetapi hanya 45 yang menjadi pelanggan berbayar. Perhatian calon pengguna belum otomatis berubah menjadi transaksi; tim perlu mencari tahu penyebab penurunan konversi tersebut.
Dengan 45 pelanggan, pendapatan bulanan adalah 45 × Rp150.000 = Rp6.750.000. Biaya operasional mencapai Rp5.000.000 per bulan, meliputi koneksi internet utama Rp3.000.000, listrik/server/router Rp750.000, transportasi teknisi Rp500.000, pemeliharaan peralatan Rp500.000, serta administrasi dan promosi Rp250.000. Selisih sederhana pendapatan dan biaya adalah Rp1.750.000, sebelum kebutuhan lain seperti pengembangan usaha, pajak, risiko kerusakan besar, dan imbalan tim.
Tim menghadapi tiga pilihan: menurunkan harga, mencari lebih banyak pelanggan dengan harga yang sama, atau membuat paket langganan bertingkat. Harga lebih rendah mungkin meningkatkan minat tetapi menekan margin; promosi membutuhkan biaya; paket bertingkat harus sesuai kebutuhan pengguna. Tidak satu pun pilihan boleh dianggap benar sebelum diuji dengan data.
Inti kasus: technopreneur perlu membedakan fakta dan asumsi, memahami pelanggan, membaca konversi, menghitung kelayakan sederhana, merancang MVP, memilih model pendapatan, serta melakukan validasi sebelum mengeluarkan banyak sumber daya.
🖍️ Anotasi Bacaan — F / N / T / B / R
Catat bukti yang ditemukan pada kasus. F = fakta, N = kebutuhan, T = teknologi, B = bukti bisnis, R = risiko/hal yang perlu divalidasi.
🔍 Pertanyaan HOTS — Diskusi Kelompok
03:00
03:00
04:00
04:00
04:00
04:00
05:00
🧩 Zona Eksplorasi — 10 Kartu Masalah dan Arah Inovasi Startup
👥 Kelompok: buka beberapa kartu, bandingkan, lalu pilih 1 peluang🎯 Keputusan Sementara Kelompok
Pilih satu masalah pengguna dan arah inovasi untuk dianalisis. Pilihan boleh direvisi setelah membaca data dan menguji asumsi.
💰 Zona Numerasi — Simulator Bisnis
👥 Kelompok • Analis biaya memimpin, semua anggota menafsirkanANGKA → MAKNA → KEPUTUSAN
🧠 Apa arti angka ini?
Masukkan angka lalu klik simulasi. Ingat: simulasi sederhana bukan jaminan usaha pasti untung karena biaya lain dan risiko masih harus divalidasi.
🧭 Scaffolding & Pengayaan — Lembar A / B / C
Gunakan sesuai kebutuhan belajar yang teridentifikasi dari diagnostik.🅰️ Lembar A — Menemukan Masalah dan Pengguna
Masalah → target pengguna → bukti → solusi → teknologi TJKT → MVP → validasi.
🅱️ Lembar B — Membaca Data dan Numerasi Bisnis
DATA → OPERASI → HASIL → MAKNA → KEPUTUSAN. Gunakan data Netlink: 45 × Rp150.000 = Rp6.750.000 pendapatan; biaya operasional Rp5.000.000; selisih sederhana Rp1.750.000 sebelum biaya lain.
🅲 Lembar C — Pengayaan Strategi Startup
Bandingkan alternatif harga, jumlah pelanggan, sensitivitas biaya, dan risiko; bedakan data dengan asumsi.
🌍 Transfer ke Tabulahan — Keputusan Kelompok
Studio Kanvas Usaha
Kamu tidak sedang membuat ide yang sekadar terlihat keren. Kamu sedang membuat solusi yang punya pelanggan, bukti, angka, risiko, dan langkah validasi.
🛠️ Tugas PBL 4 — Ubah hasil penyelidikan menjadi rencana usaha
- Isi 10 kolom kanvas berdasarkan hasil Layar 2–4. Jangan membuat ide baru yang tidak didukung bukti.
- Ketua memandu keputusan; analis pasar/data memastikan pelanggan/bukti; analis biaya memastikan angka; pencatat mengisi; penyaji menyiapkan pitch.
- Tandai minimal 1 bagian yang belum terbukti dan tuliskan cara validasinya.
- Presentasikan ide dalam 60–90 detik. Kelompok lain memberi 2 Stars + 1 Question.
🧩 Innovation Canvas Startup Digital — 10 Kolom
Arahkan kursor ke ? untuk panduan.🎤 Mini-Pitch — Catch the Time
Struktur Pitch
- Masalah
- Pelanggan
- Bukti
- Solusi
- Teknologi
- Pendapatan
- Hal pertama yang divalidasi
⭐ Peer Feedback Digital — 2 Stars + 1 Question
Feedback Masuk
Belum ada feedback.
Apa yang Berubah dalam Cara Berpikir Saya?
Refleksi bukan sekadar “suka/tidak suka”. Jelaskan perubahan asumsi, data yang memengaruhi keputusan, dan apa yang masih harus divalidasi.
🪞 Aturan PBL 5
- Kelompok menyampaikan keputusan akhirnya dan membandingkannya dengan keputusan awal.
- Setelah itu setiap siswa menjawab refleksi dengan pemikiran sendiri; jangan menyalin jawaban teman.
- Nilai proses kolaborasi secara jujur dan tentukan satu perbaikan yang akan dilakukan jika rencana benar-benar diuji di lapangan.
- Exit Ticket dilakukan setelah PBL 5 pada Layar 7.
🧠 Cermin Pemikiran — 8 Pertanyaan LKPD
👤 Semua jawaban individu. Fokus pada perubahan cara berpikir setelah melihat bukti.☑️ Checklist Diri — Sesuai LKPD
🎫 Exit Ticket — Bukti Belajar Saya
Jawab secara individu. Gunakan hasil penyelidikan, angka, risiko, dan keputusan yang telah dibuat. Ini menjadi bukti transfer pembelajaran.
📝 Sebelum mengirim
Pastikan jawabanmu menunjukkan hubungan masalah → kebutuhan → pelanggan → solusi → angka → risiko → validasi. Hindari jawaban satu kata.
Kirim ringkasan singkat. Setelah dikirim, kartu akan muncul di papan kelas dan tersimpan di browser.
🖥️ Papan Sticky Notes Digital
🎯 Konklusi Pembelajaran
Teknologi → Masalah → Kebutuhan → Pelanggan → Bukti → Solusi → Biaya → Pendapatan → Risiko → Validasi
Tidak semua ide otomatis menjadi usaha yang layak. Peluang yang baik harus dibuktikan dengan kebutuhan nyata, data, perhitungan yang masuk akal, pengelolaan risiko, dan validasi awal.
📊 Hasil & Kelengkapan Belajar
📌 Catatan Penilaian
Persentase di bawah adalah kelengkapan bukti belajar, bukan pengganti penilaian kualitas jawaban. Guru tetap dapat menilai kualitas argumentasi, kolaborasi, kreativitas, numerasi, dan validasi.
Belum dihitung
Lengkapi identitas, diagnostik, penyelidikan, kanvas, refleksi, dan exit ticket.
👨🏫 Penilaian Guru
Penilaian kualitas tidak dilakukan oleh siswa. Setelah pembelajaran dikirim, guru akan memberikan skor melalui Dashboard Guru berdasarkan bukti belajar, produk kelompok, mini-pitch, numerasi, risiko, validasi, komunikasi, dan kolaborasi.
🏁 Kamu Telah Menyelesaikan Petualangan Belajar
Semua bukti belajar tersusun dari proses, bukan hanya nilai.
Diagnostik → pengamatan → penyelidikan → numerasi → kanvas → feedback → refleksi → exit ticket.
